Development Programme

Bismillah.

Bekerja di sebuah perusahaan yang mengandalkan skill set yang dinamis adalah sebuah tantangan tersendiri, salah satu contohnya adalah perusahaan IT (software house).

Mempertahankan engineer yang memiliki skill set yang baik juga tantangan, cuman kami tidak akan membahasnya di artikel ini. Kami ingin berbagi pengalaman bagaimana kami di Sebangsa menghasilkan engineer yang memiliki kompetensi.

Pengunduran diri engineer bisa menjadi hal yang positif atau negatif, tergantung bagaimana persepsi dibangun oleh perusahaan.

Positif:

  • Anda berpeluang untuk mendapatkan yang lebih baik.
  • Engineer baru adalah ide dan semangat baru.

Negatif:

  • Anda bisa mendapatkan yang lebih buruk. sesuatu yang harus dihindari.
  • Pekerjaan "terhenti", sampai mendapatkan engineer pengganti.

Tergantung mana yang yang Anda inginkan. Kalau kami memilih yang postif.

Susah mendapatkan engineer yang memiliki kompetensi

Banyak institusi pendidikan formal pada bidang teknologi informasi, namun mengapa masih sulit mendapatkan lulusan yang memiliki kompetensi?!

Kompetensi hanya bisa didapatkan selama seorang engineer memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari dunia kerja. Lalu bagaimana caranya lulusan fresh bisa memiliki kompetensi?

Institusi pendidikan dan industri perlu duduk bareng untuk membicarakan solusi strategis untuk memecahkan masalah ketersediaan SDM dalam teknologi yang memiliki kompetensi, jika itu terjadi terjadi Insyaa Allah Indonesia akan memiliki banyak engineer-engineer yang handal, atau setidaknya siap untuk bekerja.

Namun, kondisi di atas belum terjadi atau mungkin sudah terjadi namun kami belum tahu. Yang kami tahu bahwa kami harus melakukan sesuatu.

In House Training

Ide in house training muncul setelah kami melakukan test dan wawancara beberapa kandidat namun hasilnya tidak sesuai yang kami harapkan.

Program in house training kami namakan dengan Sebangsa Development Programme (SDP).

Pada dasarnya kelas-kelas di SDP akan diselenggarakan seiring dengan kebutuhan perusahaan kami, alhamdulillaah sampai saat ini kami sudah menyelenggarkaan 4 kelas SDP, yaitu:

  • Python (1 kelas)
  • Android (2 kelas)
  • HTML + CSS (1 kelas)

Hasil dari SDP, alhamdulillah sangat bagus.

Pertanyaan apakah benar bahwa lulusan fresh graduate belum memiliki kompetensi pun terjawab, dan jawabannya tidak sepenuhnya benar jika lulusan fresh graduate belum memiliki kompetensi.

Delapan puluh persen peserta SDP sudah memiliki potensi skill set yang baik, hanya saja mereka belum memliki kepercayaaan diri untuk bekerja pada sebuah industri. Mereka masih ragu apakah yang dipelajari semasa kuliah sudah cukup untuk terjun langsung ke dalam industri. Nah, di sinilah SDP memiliki peran strategis.

Tantangan Lainnya

Tantangan lainnya pada program ini adalah mendapatkan mentor/pengajar yang mumpuni, karena tidak semua engineer yang handal bisa mengajar, dan tidak semua yang bisa mengajar adalah engineer yang handal.

Penutup

Menyiapkan tenaga kerja dalam bidang teknologi bukan saja tanggung jawab institusi pendidikan, namun perusahaan juga memiliki tanggung jawab yang sama. Jika keduanya tidak bersinergis, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan/industri akan lebih besar.

Semangat Sebangsa Development Programme harus ditiru oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang lain, yaitu menyiapkan fresh graduate untuk memiliki kepercayaan diri dan bekal ilmu yang cukup untuk siap bekerja.

© KLANJABRIK. Built using Pelican. Theme by Giulio Fidente on github.