Bertahan karena rupiah me-lemah syahwat

Pengusaha domain rame-rame menaikkan harga domain di Indonesia, dikarenakan lemahnya rupiah, dan menguatnya dolar amerika, apa yang harus dilakukan?

Penyikapan

Pengusaha yang menjual domain non-indonesia (*.id) menaikkan harga domain, tentu ini menjadikan variabel penting buat para pembeli domain.

Para reseller juga kehilangan pelanggannya untuk memperpanjang domain, karena mereka berpikir lebih baik membuat subdomain gratisan yang sudah tersedia di banyak tempat, bahkan mereka sudah mendapatkan sistem CMS nya (walaupun tidak optimal).

Lalu bagaimana penyikapan para pengusaha domain selain menaikkan harga?

Karena mereka masih tergantung dengan dollar, maka mereka harus memiliki uang dollar tanpa harus mengkonversi dari rupiah.

para netter pencari nafkah dengan memasang iklan atau cara lainnya, tak berpikir pusing, karena mereka memiliki tabungan dollar.

Mungkin cara ini yang harus dipikirkan oleh para reseller/pengusaha domain, yaitu membuat cadangan uang dollar dengan membuat produk berbasis website yang dapat mengambil keuntungan (baca: uang dollar).

Domain sendiri atau subdomain gratisan

Bagi yang memiliki usaha di internet, brand adalah sangat penting, dengan memiliki domain sendiri dapat memberikan kepercayaan kepada pelanggan ketimbang subdomain gratisan.

Walaupun keinginan masyarakat indonesia untuk bertransaksi/jual beli di internet masih rendah, walaupun dengan harga yang sangat murah sekalipun, namun saya pikir, internet adalah kemudahan, dan sudah menjadi sifat manusia yang selalu ingin mudah, sehingga membuat usaha di internet dengan memiliki domain sendiri (baca: brand) selalu menjadi prioritas pertama.

Selamat bertahan :D

Leave a comment

Your comment